Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lokal. Tampilkan semua postingan

Beli Rumah dan Mobil dalam 5 Tahun, Begini Caranya!



Memiliki hunian dan kendaraan pribadi memang menjadi impian setiap manusia. Tapi jalan menuju ke sana tak semudah yang dibayangkan. Selain bekerja keras, kita juga harus memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Miliarder Hong Kong Li Ka-Shing memiliki kiat investasi agar dapat memiliki rumah dan mobil dalam lima tahun. “Tak peduli seberapa penghasilan yang Anda dapat, selalu ingat untuk membagi uang Anda dalam lima bagian secara proporsional. Selalu buat diri Anda bermanfaat,” kata entrepreneur dengan total kekayaan mencapai USD31 miliar ini.

Kelima bagian tersebut adalah: biaya hidup (30%), biaya berteman/bergaul (20%), belajar/pendidikan (15%), berlibur ke mancanegara (10%), dan investasi (25%).

Bila diasumsikan pendapatan bulanan Anda RMB2.000 atau sekitar Rp4 juta, maka biaya hidup yang harus dikeluarkan adalah Rp1,2 juta; untuk bergaul Rp800 ribu; untuk belajar/pendidikan Rp600 ribu; untuk berlibur Rp400 ribu; dan untuk berinvestasi Rp1 juta.


Biaya Hidup

Menurut Li, Anda harus menjalani hidup sederhana. Dengan biaya hidup Rp1,2 per bulan, artinya Anda harus cukup dengan Rp40 ribu per hari. Berhematlah dalam mengonsumsi makanan.

Biaya Bergaul
Untuk mencari teman, perluaslah lingkaran interpersonal Anda. Anggarkan biaya telepon sekitar Rp200 ribu per bulan. Jangan hanya minta ditraktir, Anda juga harus mentraktir teman-teman Anda setidaknya dua kali dalam sebulan. Traktirlah orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih dari Anda, lebih kaya, atau orang yang membantu karir Anda. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan Anda pasti membesar. Selain itu, reputasi, pengaruh, nilai tambah Anda akan diakui orang, di samping meningkatkan citra Anda sebagai orang baik dan murah hati.

Dana untuk Belajar
Sisihkan dana sekitar Rp100 ribu – Rp200 ribu untuk membeli buku. Karena Anda tidak memiliki banyak uang, Anda mementingkan ilmu dan terus belajar. Pelajari ilmu yang terkandung dalam buku-buku yang Anda beli.

Sediakan pula sejumlah uang untuk mengikuti pelatihan dan kursus. Bila pendapatan Anda meningkat, ikuti kursus yang lebih advance. Bukan hanya ilmu yang Anda dapat, Anda juga bisa bertemu dengan orang-orang yang sehati atau sejalan dengan Anda.

Dana Berlibur
Gunakan sebagian uang untuk berlibur di luar negeri setidaknya sekali dalam setahun. Hal ini dapat memperkaya pengalaman Anda. Gunakan paket perjalanan hemat dan tinggal di penginapan yang murah untuk meminimalkan biaya.

Dalam beberapa tahun, Anda sudah memiliki pengalaman bertandang ke banyak negara dan memiliki pengalaman yang beragam. Gunakan pengalaman itu untuk me-recharge diri Anda, sehingga terus memiliki gairah bekerja.

Dana Investasi
Simpan uang Anda di bank Anda dan jadikan modal awal usaha Anda. Modal kemudian dapat digunakan untuk melakukan usaha kecil.

Usaha kecil itu aman. Anda dapat pergi ke grosir dan mencari produk untuk dijual. Bahkan, jika Anda merugi, Anda tidak akan kehilangan terlalu banyak uang. Sebaliknya, jika Anda mulai menghasilkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri Anda dan memiliki pengalaman belajar untuk menjalankan usaha kecil.

Jika Anda terus menghasilkan laba, Anda dapat memulai investasi jangka panjang dan mendapatkan keamanan jangka panjang pada kekayaan finansial Anda dan keluarga. Sehingga apa pun yang terjadi, akan selalu ada dana yang memadai dan kualitas hidup tidak akan menurun.

Seiring dengan meningkatnya penghasilan, maka biaya untuk kelima bagian tersebut juga akan membesar. Selanjutnya, Anda akan memeroleh kebebasan finansial.

Sumber: Rumah

Tarif Listrik Naik 1 Juli 2014



Untuk menekan subsidi listrik yang membengkak akibat kenaikan kurs, PLN menetapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mulai 1 Juli 2014. Katanya gak hanya sekali, kenaikan TDL ini akan dilakukan gan, bahkan setiap dua bulan sekali, yaitu pada 1 September dan 1 November. Tapi di Undang-undang Ketenagalistrikan dimana subsidi listrik hanya diberikan pada golongan masyarakat tidak mampu, maka yang terkena dampak kenaikan ini adalah masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi saja.

Nah ada enam golongan yang terkena dampak kenaikan TDL ini yaitu sebagai berikut:

  1. Golongan rumah tangga R1 (1.300 VA) naik 11,36% setiap dua bulan
  2. Golongan rumah tangga R1 (2.200 VA) naik 10,43% setiap dua bulan
  3. Golongan rumah tangga R2 (3.500-5.500 VA) naik 5,7% setiap dua bulan.
  4. Golongan pelanggan industri I3 non-terbuka naik 11,57% setiap dua bulan
  5. Penerangan jalan umum P3 naik 10,69% setiap dua bulan.
  6. Pemerintah P2 (di atas 200 kVA) naik 5,36% setiap dua bulan.

Pemerintah tetap tidak menaikkan TDL bagi pelanggan listrik dengan daya 450 dan 900 VA. Dengan kenaikan TDL ini, pemerintah memprediksi penghematan subsidi yang terjadi bakal mencapai Rp7,42 triliun.

Kenapa kok daya 450 dan 900 VA tidak naik?

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, alasan pemerintah tidak menaikkan tarif listrik golongan pelanggan tersebut karena mereka tinggal di desa-desa terpencil.
"Saya bilang tidak bisa, yang golongan 450-900 VA itu orang yang baru nikmatin listrik di desa-desa kecil. Saya juga orang desa. Tidak punya hati rasanya jika naikkan listrik,"
Kalau kenaikan listrik diberikan secara merata maka akan memberatkan orang-orang miskin. Untuk itu, kenaikan tarif listrik dibebankan pada kalangan menengah atas.
"Saya ingin rumah-rumah yang besar dengan daya 6.600 VA juga dinaikan. Itu listrik 6.600VA masuk kategori orang kaya dengan 5-10 AC di rumahnya, yang punya kolam renang. Masa punya kolam renang masih disubsidi?," lanjutnya.
Untuk itu, Jero memastikan kenaikan tarif listrik itu tidak membebani masyarakat karena dilakukan secara bertahap setiap dua bulan sekali.
"Bertahap naiknya per dua bulan sekali biar tidak terasa. Intinya tidak ada niat pemerintah menyengsarakan masyarakat."

Sumber: Rumah

Raisa, Tentang Rumah Idaman dan Ruangan Favoritnya.


Saat ditemui di sela acara peluncuran TV Sharp AQUOS Quattron Pro. Raisa berbagi cerita mengenai Gaya hidup di hunian vertikal yang belakangan ini menjadi tren dan digemari para profesional muda, termasuk kalangan artis. Mereka memilih tinggal apartemen, karena dekat dengan lokasi beraktivitas.

Buat Raisa, rumah atau apartemen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apartemen yang berada di tengah kota enak buat mobilitas karena dekat kemana-mana.

“Memang, karena ukurannya yang kecil bikin kita nggak betah lama-lama di sana, tetapi hal itu membuat kita nggak males,” tutur dara cantik yang kini menghuni sebuah unit apartemen di Gandaria ini.

Rumahnya di bilangan Cinere sangat nyaman, tetapi di sisi lain membuatnya tidak ingin kemana-mana. “Kalau di rumah, saya merasa seperti liburan. Rumah itu sangat nyaman, tetapi membuat saya jadi malas keluar rumah,” kata Raisa.

Ruangan favoritnya di rumah adalah ruang keluarga. “Saat di rumah adalah waktunya bersama keluarga. Apalagi ruang keluarga saya ada di belakang rumah dan terbuka, dekat kolam dan banyak kucing,”

Saat ditanya lebih memilih rumah atau apartemen, Raisa mengatakan dirinya lebih memilih tinggal di rumah. “Saat ini saya ingin rumah yang lebih ke tengah kota. Tetapi, seiring bertambahnya umur dan setelah berkeluarga nanti, saya ingin rumah yang di pinggir kota, karena lebih tenang,”

Rumah idaman Raisa tidak perlu terlalu besar dan mewah, tetapi harus penuh kehangatan dan mewakili pribadinya.

Berbeda dengan banyak orang yang menggandrungi tren desain minimalis, Raisa ternyata lebih memilih gaya eklektik untuk huniannya. “Saya tidak suka desain minimalis atau satu jenis desain. Saya lebih suka desain eklektik yang mencampur beberapa gaya desain,” urainya.

Mengomentari fenomena artis yang berinvestasi properti, Raisa mengatakan dia pun berminat untuk mencobanya. “Saya tertarik, karena memang bagus untuk investasi,” tukasnya. “Kalaupun (properti tersebut) belum bisa ditinggali sekarang, keuntungannya lebih besar daripada menyimpan uang dalam bentuk deposito.”

Sumber: Rumah

Survei, Seberapa Bahagiakah Rakyat Indonesia?



BPS luncurkan indeks kebahagiaan Indonesia.
Indeks kebahagiaan Indonesia pada tahun 2013 adalah 65,11 dari skala 0-100. Tingkat kebahagiaan tertinggi dicapai manusia yang berpendidikan tinggi, tinggal di kota, berpendapatan tinggi, berkeluarga dan beranak berdua, serta pada kelompok umur 17-24 tahun. Indeks kebahagian ini adalah hasil survei Badan Pusat Statistik {BPS} yang dilakukan pada tahun 2013. Respondennya berjumlah 10.000 rumah tangga, terdiri dari domisili desa dan kota, laki-laki dan perempuan, suami-istri, dan berbagai tingkat pendidikan ataupun yang tidak pernah sekolah.

Nilai indeks 100 merefleksikan kondisi sangat bahagia. Sebaliknya, angka indeks 0 menggambarkan kondisi sangat tidak bahagia.
Kebahagiaan diukur dari kepuasan terhadap sepuluh domain kehidupan yang dianggap esensial.
Domain itu meliputi :
Pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah dan aset, pendidikan, kesehatan, keharmonisan keluarga, hubungan sosial, ketersediaan waktu luang, kondisi lingkungan, serta kondisi keamanan.

Hasil survei menyebutkan, indeks kebahagiaan penduduk desa adalah 64,32, sedangkan penduduk kota adalah 65,92.
  • Dari aspek pendapatan, indeks kebahagiaan tertinggi umumnya dirasakan rumah tangga yang berpendapatan di atas Rp 7,2 Juta per bulan, yakni 76,64. Indeks kebahagiaan terendah dirasakan rumah tangga berpendapatan maksimal Rp 1,8 juta per bulan.
  • Dari aspek pendidikan, indeks kebahagiaan tertinggi dirasakan tamatan S-2 dan S-3, yakni 75,58. Terendah adalah yang tidak pernah sekolah, yakni 61,69.
  • Dari kelompok umur, indeks kebahagiaan tertinggi dirasakan kelompok 17-24 tahun. Terendah adalah kelompok 65 tahun ke atas.
  • Dari status perkimpoian, indeks kebahagiaan tertinggi dirasakan mereka yang menikah yakni 65,31. Terendah dirasakan mereka yang cerai hidup.
Indeks kebahagiaan pada rumah tangga yang terdiri atas empat orang adalah yang tertinggi yakni 65,90. Terendah adalah yang lajang, yakni 62,32. Ini merupakan yang pertama kalinya yang di lakukan BPS.
Maka dari itu belum solid secara metodologi. Namun jika masyarakat memerlukan dan hasil survei dapat bermanfaat, BPS akan melanjutkan dengan terus melakukan penyempurnaan dan kalaupun dilakukan itu mungkin 2-3 tahun sekali karena indeks kebahagiaan katanya itu tidak cepat berubah.

Sumber: Rumah

Penyebab Terjadinya Kebakaran Pasar Senen




Kebakaran Pasar Senen yang terjadi hari Jum'at Tanggal 25-April-2014 sejak pukul 04.00 pagi, api yang telah membakar Blok 3 Lantai 3 Pasar Senen, ternyata kemudian dengan cepat menjalar ke blok-blok yang lain. Diperkirakan sebanyak 1.000 kios habis terbakar dan sekitar Pukul 14.00 WIB api baru dapat dipadamkan. Mengenai apa penyebab terjadinya kebakaran di Pasar Senen, dapat dikaitkan dengan feng shui. 

Kami sering mengamati gejala kebakaran, baik yang terjadi dalam sebuah rumah, pabrik, atau tempat-tempat lainnya termasuk bangunan jadi serangan teroris, seperti Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 2004 silam.

Dalam buku “Feng Shui Tahun 2014” yang kami tulis dan diterbitkan Januari 2014 lalu, secara teoritis masalah ini telah kami kemukakan dengan teori (Jiu Xing) atau Sembilang Bintang. Menurut teori sembilan bintang, bintang yang terkait dengan unsur dan bahaya karena Api adalah bintang 7 (merah) dan bintang 9 (ungu).

Dalam Teori Sembilan Bintang, disebutkan bintang-bintang ini berpindah-pindah dari tahun ke tahun, dan dari bulan ke bulan. Dalam teori feng shui sembilan bintang, ini dinamakan bintang tamu (Visiting Star); Bintang yang terkait dengan unsur Api, yaitu bintang 7 berada di Timur Laut.



Jika dilihat di Peta Google, terlihat bahwa Gedung Pasar Senen ini terletak diapit oleh dua jalan, yaitu Jalan Stasiun Senen dan Jalan Pasar Senen. Jalan Stasiun Senen berada di Timur Laut, dan disini terbentang ruang terbuka yang lebar menghadap ke Stasiun; sedangkan Jalan Pasar Senen terletak di sebelah Barat Daya bangunan pasar, di depannya terlihat bangunan Atrium Senen. Sebagai pintu masuk tentu saja bangunan yang menghadap ke Stasiun adalah yang merupakan Pintu Utama (Ming Tang).

Pada 2014, sektor Timur Laut ini menghadapi bintang 7 yang rawan terhadap Api. Namun, apakah semua bangunan yang menghadap ke Timur Laut akan mengalami malapetaka akibat api? Jawabannya: tidak! mengapa?

Bangunan yang rawan terhadap bahaya Api adalah bangunan yang mendapat pemicu dari unsur di depan pintu itu. Perhatikan dalam kasus Pasar Senen ini, posisi Pintu Utama yang terlihat pada gambar di atas itu didapatkan bangunan yang beratap (warna hijau) menusuk, menghujam ke arah pintu masuk (ming tang). Inilah pemicu yang sebenarnya.

Tentu saja pemicu tidak hanya dari satu faktor saja, faktor lainnya yang cukup signifikan adalah letak bangunan Pasar Senen ini berada tepat di depan Stasiun Pasar Senen. Pasalnya, suara getaran gerbong kereta berpengaruh sangat besar terhadap Pasar Senen. Maka tinggal menunggu waktu saja, kapan kebakaran besar ini akan terjadi.

Perlu diingat, sekarang ini kita berada di Tahun Kuda Kayu. Unsur Kuda adalah Api. Dan karena membawa Kayu, maka Api akan menyala sebagai bencana.

Selfie Tak Baik Untuk Kesehatan Mental




Selfie seringkali diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. jika ditelusuri lebih dalam pengertian ‘Selfie’  adalah “sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diungguh ke situs web media sosial.”

Memfoto diri sendiri alias selfie, kemudian mengunggahnya di jejaring sosial belakangan ini sedang populer. Namun sebaiknya jangan jadikan aktivitas ini sebagai kebiasaan jika tak ingin kesehatan mental anda terganggu.
Dikutip dari BBC, menghabiskan banyak waktu untuk mengunggah foto dan mengamati foto-foto orang lain secara berlebihan bisa membuat seseorang, khususnya wanita, merasa insecure atau tidak aman terhadap citra tubuhnya sendiri. Ini tentu akan berpengaruh terhadap mentalnya kelak, terutama jika berhubungan dengan kondisi tubuh.

Dalam studi yang dilakukan oleh salah satu university Of Strathclyde, Ohio University dan University Of Lowa ini juga menyimpulkan bahwa
"semakin banyak wanita melakukan selfie dan menggugahnya di media sosial, maka semakin mereka merasa dirinya negatif".
Untuk membuktikan kesimpulan tersebut, para peneliti dari ketiga Universitas tadi melakukan survei terhadap 881 mahasiswi di Amerika Serikat. Responden ini harus menjawab pertanyaan tentang frekuensi penggunaan media sosial, pola makan dan olahraga, serta citra tubuh masing-masing.
Hasil penelitian yang dipresentasikan pada sebuah konferensi di Seattle, tidak menemukan adanya hubungan antara kebiasaan selfie dan mengunggahnya di media sosial dengan gangguan makan.
Namun justru ditemukan adanya keterkaitan antara banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mengamati foto-foto media sosial dan perbandingan negatif citra tubuh.

Semakin banyak waktu yang di habiskan wanita untuk melihat-lihat foto teman-temannya di media sosial, maka semakin mereka dibandingkan tubuhnya sendiri dengan orang lain. Ini tentu akan membuat mereka merasa negatif tentang penampilannya.
" Menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial tidak berhubungan dengan pola makan, tapi justru mengarah pada citra tubuh yang buruk,"
Citra tubuh adalah pengertian seseorang terhadap identitas dirinya sendiri, terutama tentang cara pandangannya terhadap kondisi fisik. Mereka yang masih berusia muda biasanya membandingkan diri mereka dengan foto-foto orang lain di media sosial. Yang berbahaya, mereka pada akhirnya merasa bersalah jika tubuh mereka tak seperti yang mereka lihat dari orang lain pada media sosial.

Berita Menarik Lainnya : Pencakar Langit

Biaya Hidup Kota Jakarta Tinggi


( Dki Jakarta )
Biaya hidup Ibukota Jakarta ternyata bisa lebih tinggi dibanding kota-kota metropolitan lainnya di dunia, seperti Hong Kong, Sydney, London, bahkan New York. Tingginya standar hidup ini dilihat dari perbandingan tarif menginap satu malam di hotel bintang lima, fasilitas internet broadband, sampai harga satu cangkir kopi di warung kopi kelas menengah.
Lembaga riset independen, Ipsos Business Consulting Indonesia melakukan survei pasar pada akhir Februari 2014 kemarin, dan menemukan fakta menarik tersebut. “Dari survei tersebut dapat disimpulkan bahwa, secara umum Jakarta tergolong kota dengan standar hidup yang mahal, bahkan cenderung lebih mahal dari Hong Kong, London, dan New York. Kami bandingkan biaya dengan gaji rata-rata masyarakat di masing-masing kota tersebut,
Tarif menginap satu malam di Hotel Four Season Jakarta tercatat sebesar USD236,58, (Rp2,7 juta) sedangkan di New York tercatat sebesar USD670. Yang menarik, menginap semalam di hotel Four Season Jakarta menghabiskan 91,7% gaji rata-rata penduduk Indonesia. Sementara, untuk menginap di hotel yang sama, masyarakat Amerika Serikat hanya menghabiskan 20,53% dari gaji rata-rata mereka.
Sebagai informasi, gaji rata-rata masyarakat Indonesia tercatat sebesar USD258 (Rp2,9 juta) per bulan, sedangkan gaji rata-rata masyarakat Amerika Serikat tercatat sebesar USD3.263 (Rp37,25 juta) per bulan.
Lain halnya dengan fasilitas internet broadband. Harga fasilitas ini di Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga di kota-kota lain. Paket internet broadband terbaik di Jakarta memiliki kapasitas kecepatan download 100 Mbps dengan harga USD 252,46 (IDR 2,98 juta) sedangkan di HongKong dengan kemampuan 10 kali lipat lebih cepat (1.000 Mbps), harga nya 3 kali lipat lebih murah, yaitu hanya USD77,06. Padahal gaji rata-rata masyarakat Hong Kong sebesar USD1.545.

Sumber : Berita Dki Jakarta

Dampak - Dampak Dari Pemilu


1. Tahun Pemilu, Konsumsi Rokok Meningkat

Pesta Demokrasi 5 tahunan di Indonesia selalu membawa efek ekonomi. Salah satu yang mendapat berkah di tahun politik ini adalah penerimaan cukai rokok yang mengalami peningkatan. Tahun lalu produksi rokok sudah sangat tinggi yaitu mencapai 341 miliar batang.

Pada tahun 2014, produksi rokok di perkirakan lebih tinggi lagi. Tahun ini diperkirakan 360-362 miliar batang, itu jauh lebih tinggi lagi dari tahun sebelumnya. Dampak positif terlihat dari penerimaan negara sedangkan dampak negatif terlihat dari peningkatan konsumsi rokok yaitu penurunan kualitas kesehatan.

Ditemui di salah satu surat kabar, bahwa menurut Ditjen Bea Cukai Susiwijono kalau dari sisi penerimaaan, optimistis volume produksi cukai akan naik tinggi. di hitung sebesar Rp 116,3 Triliun, tetapi dengan kondisi seperti ini target Rp 117,2 triliun bisa tercapai.

Pada Febuari 2014, penerimaan cukai rokok sudah sebesar Rp 13,5 Triliun. Nilai tersebut melebihi bulan sebelumnya yaitu Rp 8,5 Triliun. Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemilu memang mendongkrak penerimaan cukai. Ini karena konsumsi rokok mengalami kenaikan ketika musim pesta Demokrasi.
" Revenue cukai naik cukup tinggi karena mungkin ketika kampanye orang beli rokok. Dalam berbagai meeting juga ada makanan dan rokok. "

2. Tahun Pemilu, Penjualan Kondominium Stabil

Kondominium dalam bahasa Indonesia adalah Hak Guna Bangunan atas Rumah Susun.
Pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2014 awalnya diprediksi akan memperlambat laju penjualan kondominium di kawasan Jakarta dan sekitarnya. 

Akan tetapi, prediksi tersebut terbukti tidak tepat, menyusul membaiknya penjualan sepanjang kuartal pertama ini.  Pada tiga bulan pertama 2014, tingkat penjualan kondominium atau apartemen strata di Jabodetabek tercatat sebesar 97,1%, relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya dan meningkat sebesar 0,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Cushman & Wakefield Indonesia mencatat, tak kurang dari 25 proyek baru diluncurkan ke pasar pada kuartal ini. Kekhawatiran banyak pihak bahwa akan ada perlambatan justru tidak terbukti. Hingga akhir Maret 2014, sebanyak 277 proyek baru ditawarkan ke pasar. Proyek ini sebagian besar masih dalam tahap desain. “Menariknya, sebanyak 63% sudah terjual.

Jakarta Kota Paling Berkembang di Dunia


Melalui hasil survei yang dilakukan oleh AT Kearney Inc, sebuah lembaga riset internasional yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat. Jakarta terpilih sebagai kota dengan tingkat perkembangan tertinggi di antara kota-kota lain di dunia. Sumber daya manusia dinilai sebagai faktor pendorong terbesar, selain stabilitas politik dan ekonomi Ibukota Republik Indonesia ini.
Jakarta berada di urutan teratas dari 34 kota di negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam survei bertajuk 2014 Global City Index tersebut.

Lembaga riset ini menggunakan 26 parameter dalam lima dimensi yang menjadi dasar penilaian. Antara lain aktivitas bisnis, sumber daya manusia, pertukaran informasi, pembauran budaya, dan kondisi politik. Selain itu, parameter hubungan antarkota juga dimasukkan agar semakin terlihat tingkat keikutsertaan kota tersebut dalam hubungan internasional.
Dalam survei tersebut terlihat posisi Jakarta antara 10 sampai 20 tahun ke depan di kancah global. Peran Jakarta akan semakin terlihat secara global, mengingat semakin banyaknya perusahaan asing yang menarik pekerja muda.

“Secara umum, Jakarta akan terus menarik minat dari berbagai pihak antara lain karena stabilitas politik dan ekonominya. Selain itu didukung oleh tingginya jumlah pekerja berusia muda di Indonesia,” kata John Kurtz, Head of AT Kearney Asia Pasifik dalam situs resminya.

Berikut ini 10 kota yang memiliki peluang menjadi kota paling berkembang di dunia:
1. Jakarta
2. Manila
3. Addis Ababa
4. Sao Paulo
5. New Delhi
6. Rio de Janeiro
7. Bogota
8. Mumbai
9. Nairobi
10. Kuala Lumpur

Sumber : Kota Jakarta

Rumah Dalam Batu


Teknik pembuatan rumah peristirahatan yang berlokasi di Costa de Morte, Spanyol ini terbilang unik. Selain menggunakan banyak tumpukan jerami, pembangunan rumah unik bernama The Truffle ini juga mengikutsertakan seekor sapi. Adalah Ensamble Estudio yang berkolaborasi dengan desainer Ricardo Sanz dan Javier Cuesta, menciptakan sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai batu bentukan alam. Dengan trik tertentu, hasil akhirnya adalah sebuah rumah peristirahatan mini tapi lengkap dengan tempat tidur, perapian, dan bahkan showeruntuk mandi. Pertama-tama, dibuatlah sebuah lubang besar di tanah yang diisi tumpukan besar jerami, kemudian disiram dengan beton, sehingga membentuk sebuah kubus. Setelah itu, lapisan jerami dan beton tersebut ditutup dengan tanah dan dibiarkan mengering selama beberapa bulan.
Setelah beton dirasa cukup padat, tanah dipugar untuk membentuk lubang di dua sisi kubus tersebut. Kemudian, dibawalah seekor sapi betina bernama Paulina. Perannya di sini adalah untuk memakan jerami yang berada di tengah kubus tersebut, sehingga terciptalah sebuah ruang kosong seluas 25 meter persegi yang siap diisi berbagai furnitur.

Sumber : Rumah

Jakarta Menjadi Kota Gedung

Jakarta kota padat.
Sepertinya kalimat tersebut tidak menjadi penghalang untuk para pihak terkait dalam melakukan pembangunan gedung-gedung di jakarta. Faktanya akan hadir 10 mall baru dan 15 gedung yang akan dan telah di bangun.

Selama 2013 lalu, ada empat mal baru beroperasi di Jakarta, yaitu Pondok Indah Street Gallery, Cipinang Indah Mall, Lotte Shopping Avenue, dan The Baywalk @ Green Bay Pluit. Pasokan baru ini menambah ruang ritel baru selama 2013 menjadi 107.100 m², sementara total pasokan kumulatif menjadi 4,25 juta m².
Total pasokan ritel di 2013 lebih rendah dari pasokan di 2012 yang mencapai 164.981 m². Kebijakan moratorium ruang ritel yang diterbitkan Pemda DKI Jakarta pada 2011 lalu—yang melarang pembangunan mal di atas 5.000 m², terutama di kawasan CBD—terlihat berdampak pada pertumbuhan ruang ritel di Ibukota. Tahun ini, hanya ada tiga mal yang akan mulai beroperasi, yakni St Moritz dan dua mal berskala kecil.

Dari total 4,25 juta m² ruang ritel di Jakarta, sebanyak 19,5% berada di CBD, sisanya tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Dalam tiga tahun ke depan, tak akan ada suplai baru di kawasan CBD atau Jakarta Pusat. Pasokan ritel terutama berlokasi di Jakarta Barat, diikuti oleh Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Kawasan yang paling potensial di Jakarta Barat adalah Puri Indah, karena di daerah ini terjadi pertumbuhan perumahan kelas atas.
Enam dari sepuluh pusat perbelanjaan yang diproyeksikan mulai beroperasi selama 2014 - 2016 telah dibangun. Colliers mencatat, sejak 2009 sangat sedikit pengembang membangun pusat ritel strata-title. Salah satu pusat ritel strata-title yang akan dibangun adalah Pulo Gadung Trade Centre (extension). Sejauh ini, belum ada kegiatan konstruksi yang, meskipun proyek ini dijadwalkan
selesai pada 2015. Selengkapnya.

Sedangkan di Kawasan Jalan TB Simatupang makin menunjukkan eksistensi sebagai daerah pusat bisnis di luar CBD (central business district) Jakarta. Tahun 2013 lalu misalnya, lima dari enam gedung perkantoran baru di luar CBD, terletak di TB Simatupang.

Menurut Hasil Survei Pasar Perkantoran yang dilakukan Colliers International Indonesia selama kuartal IV-2013 lalu, meskipun tidak ada pasokan baru masuk pada Kuartal I-2013, beberapa gedung perkantoran memasuki pasar pada tiga kuartal yang tersisa.

Alamanda Tower dan Oleos 2 beroperasi pada Kuartal II-2013, diikuti Beltway Office Tower di Kuartal III-2013. Setelah Talavera Suites dan The CEO beroperasi di akhir 2013, suplai baru bertambah 22.195 m².

Selama 2013 lalu, sebanyak 68.976 m² pasokan ruang perkantoran baru masuk di kawasan ini, sehingga jumlah ruang kantor yang tersedia di TB Simatupang mencapai 497.806 m². Jumlah ini mencapai 22% dari total suplai di luar kawasan CBD Jakarta.

Tahun ini, kawasan TB Simatupang masih akan mendapat banyak suplai. Sebagai perbandingan, sejak dekade 1990-an, kawasan Simatupang hanya memiliki pasokan per tahun rata-rata 100.000 m²; tetapi di 2014 ini, total pasokan baru yang masuk menyentuh angka 263.415 m².  Selengkapnya.

Hingga 2016, Colliers mencatat ada 15 perkantoran baru yang akan beroperasi di kawasan TB Simatupang. Berikut ini daftarnya:


Sumber: Gedung-Gedung Baru Di Jakarta , Mall Baru Di Jakarta.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inspirasi Bersama - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger